Saudaraku, para penuntut ilmu. Panggilan yang sesuai bagi orang-orang yang merelakan waktunya untuk selalu mencari segala sesuatu yang bermanfaat baginya untuk bekal di dunia yang fana terlebih di akhirat yang kekal.
Saudaraku, para penuntut ilmu. Tentu tidak ada salahnya bagi kita untuk membahas tentang ilmu dan pentingnya menuntut ilmu itu sendiri diawal perjumpaan kita. Secara bahasa اَلْعِلْمُ (al-‘ilmu) adalah lawan dari اَلْجَهْلُ (al-jahl atau kebodohan), yaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dengan pengetahuan yang pasti. Secara istilah dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa ilmu adalah ma’rifah (pengetahuan) sebagai lawan dari al-jahl (kebodohan). Menurut ulama lainnya ilmu itu lebih jelas dari apa yang diketahui.
Saudaraku, tentu kita telah paham. Apa bila yang kita bicarakan adalah ilmu, maka yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah ilmu syar'i. Ilmu syar'i yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk. Maka, ilmu yang di dalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah ilmu wahyu, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah saja. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللهُ يُعْطِي، وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الْأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ.
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, Dia akan menjadikannya faham tentang agamanya. Sesungguhnya aku hanyalah yang membagikan dan Allah-lah yang memberi. Dan ummat ini akan senantiasa tegak di atas perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datangnya keputusan Allah (hari Kiamat).”
Saudaraku, dalam menunutut ilmu kita perlu mengenal ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat akan membawa seseorang kedalam perlakuan yang baik, akhlak yang mulia dan sifat-sifat yang terpuji. Sedangkan ilmu yang tidak bermanfaat hanya akan mendatangkan ke sia-siaan, merugikan orang lain atau bahkan dirinya sendiri.
Mengenai hal ini, salah seorang ulama mengatakan: "Barang siapa diberi ilmu yang tidak membuatnya menangis, maka pantas jika dikatakan bahwa ia tidak diberi ilmu yang bermanfaat. Dalam firman-Nya, Allah menyatakan sifat orang yang berilmu:
قُلْ آمِنُواْ بِهِ أَوْ لاَ تُؤْمِنُواْ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُواْ الْعِلْمَ مِن قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ سُجَّدًا
وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِن كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولاً
وَيَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atautidak usah beriman (sama saja bagi Allah).Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuansebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka,mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami;sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi." Dan mereka menyungkur atas muka merekasambil menangis dan mereka bertambah khusyuk"
( QS. Al-Isra': 107-109)
Saudaraku, mempelajari ilmu dunia sebagai bekal dalam hidup ini merupakan hal penting, karena ilmu tersebutlah yang dapat membantu kita agar bisa bertahan hidup. Namun menuntut ilmu syar'i lebih penting lagi, karena ilmu ini lah yang akan membantu kita melahat jalan-jalan agar bisa selamat di akhirat kelak.
Saudara ku, inilah sepenggal informasi yang bisa saya bagikan. walaupun informasi ini masih merupakan kutipan-kutipan namun saya berharap ini bisa melejitkan semngat kita dalam menuntut ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar